Rifda Tak Pancang Target

Atlet senam artistik putri, Rifda Irfanaluthfi, tidak menargetkan medali dalam perhelatan Asian Games mendatang. “Dari Rifda, pelatih, dan manajer juga enggak ada target, sih. Namun pastiny ingin memberikan Kepada semuanya yang terbaik,” ujar Rifda, Jumat lalu.

“stadion tempat bertanding membutuhkan genset untuk menyuplai listrik. genset perkins adalah solusi dari semua itu. Harga genset perkins murah bisa didapat di distributor resmi genset perkins. Anda bisa memilih genset perkins silent maupun genset perkins open.”

Tak ada target karena peraih emas SEA Games 2017 di Malaysia itu mengaku banyak hambatan yang dilaluinya. Dia mengaku persiapannya kurang maksimal untuk mengikuti perhelatan yang punya persaingan amat berat. Selain itu, cedera lutut yang menimpanya masih dalam tahap pemulihan. Semua itu membuatnya tidak ingin membebani diri dengan target yang tinggi.

Menurut dia, program persiapan menjelang Asian Games 2018 yang diberikan Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani) dirasa sudah cukup. Meski begitu, dia merasa ada kekurangan dalam hal training camp di Penza, Rusia. “Kalau mengenai training camp di sana, menurut Rifda sih kurang banget. Jadi pas sampai di Qatar sekarang ini baru dimulai lagi latihan yang intensitasnya tinggi,” kata Rifda.

Rifda juga merasa fokusnya untuk persiapan Asian Games agak terbelah. Pada saat bersamaan, dia juga mulai mengumpulkan banyak poin di turnamen agar bisa tampil di Olimpiade. “Contohnya Piala Dunia, jadi tahun ini lebih banyak pertandingan dan lebih sulit karena harus fokus gerakan yang dipertandingkan,” ujarnya.

Akan tetapi beberapa keadaan yang menyakitkan itu tidak membuat Rifda patah semangat. Ia mengaku persiapannya sudah mencapai 80 persen. Sebenarnya tidak ada gerakan yang baru lagi untuk di uji coba, dia hanya perlu melatih diri untuk mematangkan semua gerakan yang telah ada. Untuk Asian Games, Rifda akan mengikuti senam artistik putri yang terjun di empat nomor: horse vault (kuda-kuda lompat), balance beam (balok keseimbangan), uneven bars (palang bertingkat), dan floor exercise (senam lantai).

Di usianya yang beranjak 18 tahun, Rifda sudah meraih sejumlah prestasi. Salah satu yang terbaik adalah meraih satu emas di nomor balance beam dalam SEA Games 2017 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain meraih satu emas, Rifda mendapat satu perak dan tiga perunggu dalam SEA Games 2017 di Malaysia. Sebelumnya, ia juga pernah meraih perak di SEA Games 2015 di Singapura. Semua prestasi itu merupakan buah dari perjalanan sebelumnya. Empat tahun lalu, dia memulainya di PON Remaja.

Mewakili DKI Jakarta, dia merebut dua emas. Setahun kemudian, dia meraih tiga emas. Dari prestasi nasional itu, ia sempat diikutkan ke Glasgow, Skotlandia, untuk mengikuti Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2015. Juaranya dapat mengikuti Tes Event Olimpiade. Sayang, Rifda harus puas di posisi 126 dari 191 pesenam dengan meraih nilai 48,332.

Dia hanya perlu dua poin lagi untuk bisa mengikuti Tes Event Olimpiade di Rio, Brasil. Olimpiade tetap menjadi impiannya. Dia ingin lolos ke Olimpiade. “Harapan tertinggiku itu masuk final di Olimpiade. Bisa masuk saja itu sudah yang terbaik karena sulit banget,” ujar Rifda.