Pentingnya Gizi di Trimester III

Kehamilan di trimester III adalah periode penting sekaligus rawan selam proses kehamilan. Salah satu yang menjaga agar trimester III berlangsung nyaman dan aman hingga persalinan tiba adalah asupan gizi yang tepat. Demikian hal ini terungkap dalam Nutritalk yang diselenggarakan Sarihusada beberapa waktu lalu di Kembang Goela Resto, Jakarta. Olivier Pierredon, Presiden Direktur Sarihusada dalam kesempatan tersebut mengatakan, “Nutritalk adalah salah satu bentuk kepedulian Sarihusada kepada ibu dan penerus bangsa ini.

Jadi acara ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, adalah ajang menyebarkan informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi dan kesehatan ibu dan anak. Asupan gizi cukup akan memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin, serta kondisi kesehatan ibu.” Lebih dari itu, berdasarkan temuan terbaru, hal ini juga mempengaruhi kondisi kesehatan keturunan si janin di masa datang (transgenerasi).

Dr. Widjaja Lukito, SpGK, PhD, Staf Pengajar Program Pasca Sarjana Program studi Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia mengatakan, “Peran gizi dalam setiap periode kehidupan penting karena asupan gizi bisa berfungsi sebagai salah satu faktor preventif untuk memperkecil risiko gangguan kesehatan di masa depan. Ingat, wanita hamil memiliki kebutuhan gizi yang berbeda dibanding pada saat tidak hamil.

Kebijakan pemerintah di bidang Angka Kecukupan Gizi terbaru (Permenkes nomor 75 tahun tahun 2013), menyebutkan adanya perubahan angka kecukupan zat zat gizi tertentu termasuk pada wanita hamil. Diantara zat zat gizi tersebut adalah energi, protein, kalsium, zat besi dan, vitamin D.” Hal senada diutarakan, Dr. dr. Dwiana Ocviyanti, SpOG(K) dari Departemen Obstetri Ginekologi FKUI/RSCM. “Kondisi kehamilan pada periode trimester ketiga sering kali dianggap periode paling penting sekaligus juga rawan.

Kenapa? Karena trimester ketiga kadang muncul risiko terjadinya kematian ibu karena beberapa hal, seperti pendarahan, preeklamsi, infeksi’ serta penyebab lainnya. Penyebab utama risiko pendarahan pada trimester 3 adalah plasenta previa (plasenta menutupi jalan lahir) dan solutio plasentae (plasenta yang lepas dari dinding rahim). Namun risikonya dapat diturunkan dengan menghindarkan obesitas, cukup protein, zat besi, dan asam folat.”

Untuk mendidik anak setelah lahir memang dibutuhkan pengetahuan yang cukup agar tidak salah dalam mendidik. Berikut ini adalah situs rekomendasi yang membahas parenting dan pendidikan untuk anak.