MOURINHO MENAGIH KONSISTENSI POGBA DI KLUB

Piala Dunia baru saja berakhir. Nama Paul Pogba, 25 tahun, masih harum. Kiprahnya bersama Prancis mencatat prestasi puncak, yakni menjadi juara dunia setelah mengalahkan Kroasia 4-2 di final. Pogba memang bermain cemerlang. Apalagi di final dia pun ikut mencetak gol. Namun komentar Jose Mourinho di luar dugaan.

Menurut pelatih Manchester United yang membeli Pogba dari Juventus dengan harga 89 juta pound pada dua musim lalu itu, keberhasilan pemainnya tersebut di Piala Dunia semata karena waktu penyelenggaraannya yang singkat. “Jadi, permainan dia cocok dengan format penyelenggaraan Piala Dunia,” kata Mourinho. Dia menjelaskan lebih jauh.

baca juga : http://spaldingside.com/cara-merawat-mesin-genset-diesel/

Dalam penyelenggaraan turnamen ini yang hanya dalam sebulan, menurut dia, Pogba hanya memikirkan tentang sepak bola. “Dia bersama timnya yang berada di kamp latihan yang terisolasi dari dunia luar, sehingga dia bisa berfokus pada sepak bola. Sebaliknya, untuk penampilan di klubnya, Pogba sungguh berbeda. “Selama semusim, Anda bisa menghadapi pertandingan besar, lebih kecil, dan seterusnya. Bisa saja saat itu Anda kehilangan fokus dan konsentrasi.

pogba

Lalu setelah itu, kembali menghadapi pertandingan besar,” kata Mourinho. Nah, hal itulah yang terjadi dengan Pogba di klubnya, Setan Merah. Kritik Mourinho ini tak lain menantang pemainnya itu untuk bisa menampilkan yang terbaik. “Saya kira bukan tentang apa yang akan kami dapatkan yang terbaik dari dia, tapi saatnya dia yang memberikan terbaik untuk klubnya,” katanya.

Hubungan keduanya memang tak selalu harmonis. Pogba pun mengakui soal itu. “Musim kedua lebih baik dibanding musim pertama,” katanya. Mourinho menganggap pemainnya itu tidak konsisten. Kadang main bagus, kadang sebaliknya. Tanda-tanda buruknya hubungan itu gampang dilihat.

Ketika Pogba tidak dalam keadaan cedera tapi tak diturunkan oleh Mourinho, pertanda bekas Manajer Chelsea itu sedang marah terhadap Pogba. “Ada beberapa masalah kecil dengan dia, tapi akhirnya sih enggak ada apa-apa. Bermain sebagai cadangan, atau hal lainnya, itu akan membantu siapa saja untuk tumbuh lebih baik.

Saya harus menerima itu,” kata Pogba perihal hubungannya dengan Mourinho. Pogba kini belum bergabung dengan rekanrekannya yang tengah menjalani tur pramusim di Amerika Serikat. Dia bersama pemain lainnya tengah menikmati istirahat.

Mourinho memberi waktu jeda bagi mereka yang tampil di Piala Dunia, apalagi yang sampai final, tiga pekan istirahat. “Supaya mereka bisa kembali fit saat kembali bermain untuk klub,” katanya. Namun, untuk Pogba, fit saja tidaklah cukup. Mourinho menginginkan hal lebih. Dia berharap Pogba bisa memberikan yang terbaik bagi Manchester United, persis seperti yang dia lakukan bersama Prancis di Piala Dunia.