BPJT Usulkan Penutupan Pintu Tol Selama Asian Games

Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) mengusulkan penutupan secara permanen dan situasional sejumlah pintu jalan tol dalam kota selama perhelatan Asian Games 2018.

Ketua BPTJ Bambang Prihartono mengatakan penutupan pintu tol bertujuan agar waktu tempuh dari Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, menuju sejumlah lokasi pertandingan bisa mencapai target yang ditetapkan oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA).

Menurut Bambang, perluasan aturan ganjil-genap pelat nomor kendaraan ke jalan arteri yang sudah diuji coba hampir tiga pekan belum sepenuhnya menjamin kelancaran perjalanan rombongan atlet. Apalagi, sebagian pengendara mobil yang tak bisa melalui kawasan ganjil genap ditengarai berpindah ke jalan tol.

ganjil genap

“Dengan sistem ganjilgenap, kecepatan di jalan arteri meningkat, tapi ternyata ada yang pindah ke jalan tol,” ujar Bambang kepada Tempo, kemarin.

Perhelatan Asian Games bakal berlangsung pada 18 Agustus–2 September 2018 di Jakarta dan Palembang, Sumatera Selatan. Dewan Olimpiade mensyaratkan perjalanan dari Wisma Atlet kevenueAsian Games maksimal 34 menit.

BPTJ telah menyiapkan pelbagai rekayasa lalu lintas untuk mencegah kemacetan di Ibu Kota. Rekayasa itu dimulai dari perluasan sistem ganjil-genap, lajur khusus kendaraan atlet di jalan tol, hingga pembatasan truk golongan III-V di sebagian ruas jalan tol.

Bambang menjelaskan sebagian pintu jalan tol akan ditutup permanen dengan jangka waktu tertentu. Adapun gerbang jalan tol lainnya akan ditutup secara situasional, atau disesuaikan dengan waktu perjalanan atlet dan diskresi polisi.

Bambang mencontohkan, untuk rute dari Wisma Atlet–Gelora Bung Karno (GBK), yang akan ditutup permanen pada pukul 06.00–17.00 antara lain gerbang jalan tol Ancol Barat, Jembatan Tiga 1, Angke 2, Tanjung Duren, dan Slipi 2. Adapun yang ditutup secara situasional antara lain gerbang jalan tol Gedong Panjang 1, Jelambar 2, dan Pejompongan.

“Penutupan gerbang tol enggak bisa dihindari karena pergerakan atlet akan berlangsung dari pagi hingga malam hari,” tutur dia.

BPTJ mengusulkan agar penutupan pintu jalan tol permanen dan situasional bisa diterapkan pada awal Agustus. Adapun waktu uji cobanya masih dibahas dengan lembaga lain seperti kepolisian.

Kepala Bagian Humas BPTJ Budi Rahardjo menambahkan, yang bakal ditutup merupakan gerbang jalan tol dengan volume kendaraan cukup tinggi. Dia mencontohkan, tanpa rekayasa lalu lintas, waktu tempuh dari Wisma Atlet ke Gelora Bung Karno bisa mencapai 70 menit. Adapun rasio kendaraan dibanding kapasitas jalan (VC ratio) pada rute tersebut adalah 0,85—dengan VC ratio 1 sama dengan macet total.

Dengan rekayasa lalu lintas berupa jalur khusus atlet dan penutupan pintu jalan tol, Budi menambahkan, waktu tempuh Wisma Atlet-GBK diperkirakan bisa mencapai 27 menit. Adapun VC ratio-nya bisa ditekan menjadi 0,5.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol, Herry Trisaputra Zuna, mendukung usul BPTJ demi menyukseskan Asian Games. Apalagi, volume kendaraan di jalan tol dalam kota saat ini sudah sangat padat. “Kalau enggak diatur, enggak bisa (lancar),” ujar dia.